Baca Sejarah: Yahudi Harus Berterima Kasih Pada Muslim

ALBANIA (SuaraMedia News) – Selama pendudukan Nazi di Albania dan Kosovo dalam Perang Dunia II, kaum Yahudi yang menghadapi kejaran dan ancaman pembunuhan memperoleh pertolongan dari kaum Muslim. Enam puluh lima orang berhasil menyelamatkan sekitar 2.000 Yahudi, dan telah mendapat penghormatan dari Jewish Holocaust Memorial sebagai orang-orang yang adil.

Fotografer Amerika, Norman Gershman menghabiskan waktu lima tahun mengambil foto-foto mereka dan mengumpulkan kisah-kisah mereka. Semua itu dipublikasikan dalam sebuah buku yang berjudul, “Besa: Muslim yang Menyelamatkan Yahudi dalam Perang Dunia II,”oleh Syracuse University Press.

Besa adalah sebuah tradisi rakyat Albania sejak ribuan tahun lalu. Lebih dari sekedar sambutan penerimaan, Besa adalah nilai kehormatan mereka. Dan jika kau masuk ke dalam besa seseorang, mereka akan menyerahkan hidupnya untukmu – tak peduli kau teman atau musuh.

Ketika berada di bawah pendudukan Nazi, menteri luar negeri Albania adalah seorang Muslim. Dan ia mengirimkan sebuah pesan rahasia ke semua Bektashi agar anak-anak Yahudi tidur di atas ranjang yang sama dengan anak-anak mereka sendiri. Anak-anak itu juga akan menyantap makanan yang sama dengan mereka. Pada intinya, anak-anak Yahudi itu akan menjadi bagian dari keluarga-keluarga mereka.

Banyak kisah keberanian dan kreativitas Muslim tersaji dalam buku Gershman. Salah satunya adalah kisah seorang dokter yang membalut wajah seorang pria Yahudi dan mengamankannya di klinik miliknya. Dalam satu waktu, seluruh desa menjadi tempat perlindungan bagi kaum Yahudi yang melarikan diri dari kejaran Nazi.

Kisah lainnya adalah tentang Yakov Kasari. Ia adalah orang yang menyelamatkan sebuah keluarga yang tinggal di desanya. Ketika orang-orang Jerman mengancam akan membakar warga Yahudi hidup-hidup, Kasari membawa keluarga itu bersembunyi di pegunungan Albania.

Saat itu ia mengatakan, “Kami telah menjadi keluarga Muslim selama 500 tahun. Besa berasal dari Al Qur’an. Kaum Yahudi dan Muslim Albania adalah saudara sepupu. Kami sama-sama mengubur mereka yang meninggal di dalam peti. Saya menghormati semua orang Yahudi.”

Menyelesaikan proyek ini selama bertahun-tahun telah memberikan dampak baik bagi Gershman.

“Dengar, saya mengambil foto dengan hati. Dalam kasus khusus ini, saya jelas-jelas seorang Yahudi. Namun, saya juga telah belajar bersama kaum Muslim selama bertahun-tahun. Islam yang saya ketahui adalah keindahan seni dan puisinya. Saya tidak mengenal Islam yang saya baca di koran-koran mengenai teroris dan pembunuhan. Jadi, ini adalah perjalanan yang saya lakukan dengan hati. Dan ini hanya semakin menegaskan bahwa ada lebih banyak orang baik di dunia, jauh lebih banyak daripada teroris dan mereka yang bersimpati terhadap terorisme,” ujarnya.

“Ada lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang yang baik. Sayangnya, di media kita jarang mendengar atau membaca berita tentang orang-orang yang baik. Dan saya menemukan mereka di Albania.”

Foto-foto Besa hasil jepretan Gershman dipajang dalam sebuah pameran di Yerusalem barat. Pameran itu bertujuan memberikan penghormatan pada Muslim Albania yang membahayakan nyawanya sendiri untuk menyembunyikan dan melindungi kaum Yahudi yang diburu oleh Nazi.

“Albania adalah satu-satunya negara di Eropa di mana ada lebih banyak Yahudi setelah perang daripada saat sebelum perang terjadi,” ujar Gershman dalam pembukaan pamerannya di Yad Vashem, kantor peringatan Holocaust Israel.

Sebelum Perang Dunia II, hanya terdapat sekitar 200 orang Yahudi di Albania yang berpenduduk mayoritas Muslim, dengan total populasi 800.000.

Setelah perang, para pengungsi Yahudi dari setengah lusin negara-negara di Eropa yang lari dari kejaran Nazi dan mencari perlindungan di Albania menambah populasi Yahudi di negara tersebut.

Gershman mengatakan Raja Zog, penguasa Albania dari tahun 1928 hingga 1939, secara pribadi menyelamatkan keluarga Weizmann, yang melarikan diri ke Albania setelah Nazi memburu Yahudi Jerman di tahun 1938.

Pameran bertajuk Code of Besa itu memperlihatkan foto-foto hitam putih penduduk Albani memegang foto-foto keluarga dan penghargaan atas kepahlawanan mereka.

Berkat bantuan Asosiasi Persahabatan Albania-Israel, Gershman dapat melacak banyak Muslim Albania yang menyelamatkan kaum Yahudi dari Nazi.

Di antara mereka yang difoto Gershman adalah Enver Alia Sheqer, yang almarhum ayahnya telah menyelamatkan Yeoshua Baruchowic dari konvoi Nazi dan menampungnya di rumahnya selama tiga tahun hingga perang berakhir.

Selama puluhan tahun, Baruchowic, kini seorang dokter gigi di Meksiko, berkirim surat dengan Sheker, 50, dan ayahnya, yang meninggal tahun 2004.

Ia menyebut Sheker “kakak laki-lakinya.

“Menakjubkan.  Ini adalah sesuatu yang telah lama ingin saya lakukan,” ujar Baruchowic ketika bertemu dengan Sheqer di pameran.

Sheqer mengatakan bahwa ayahnya termotivasi oleh prinsip-prinsip Islam.

“Ayah saya adalah seorang Muslim menaati Al-Quran,” ujarnya. “Ia percaya bahwa dengan menyelamatkan satu nyawa kita akan dapat masuk surga.”

Ia mengatakan ayahnya merasa harus menyelamatkan Baruchowic karena prinsip Besa, yang berarti “menepati janji”.

“Itu adalah nilai yang menjadi karakter rakyat Albania selama ratusan abad. Besa berarti iman dan rasa percaya,”ujar diplomat Albania di Israel, Qirjako Kureta.

Ia mengatakan bahwa rakyat Albania melihat kaum Yahudi sebagai sesama manusia yang memerlukan perlindungan.

“Mereka tidak menyerahkan kaum Yahudi atau memberikan nama-nama orang Yahudi yang ada di desa mereka kepada Nazi Jerman.” (rin/iol/npr) Dikutip oleh www.suaramedia.com

1 Komentar

  1. memang kaum YAHUDI tidak tau terima kasih……… sudah d slamatkan mlah tidak ada balas budi….. sama seperti “AIR SUSU DI BALAS AIR TUBA”…….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s