Bahaya Ghibah

Setan terkadang sangat pandai memainkan hati manusia. Seolah-olah kita memberi nasehat, padahal kita sedang ghibah.

Salah satu prinsip dakwah Jamaah Tabligh adalah menghindari membicarakan aib/kejelekan orang lain dan lebih banyak merenungkan kejelekan diri sendiri. Bagi yang pernah ikut khuruj 3 hari atau lebih, maka akan terasa bahwa selama 3 hari itu kita dilarang keras untuk menyentuh aib/kejelekan orang lain. Prinsip yang digunakan adalah sabarlah jika dihina, menangislah jika dipuji karena takut riya dan sayangilah sesama muslim. Training 3 hari ini biasanya sangat membekas sehingga mempengaruhi 27 hari kita selanjutnya.

Itulah sebabnya dalam berdakwah mereka menghindari perdebatan, terlebih yang memecah belah umat. Untuk mengamalkan agama yang sesuai dg risalah Rasulullah ini sudah cukup berat, maka tidak perlu diperberat dengan perdebatan yang sia-sia apalagi menjurus pada ghibah. Hal ini karena demikian banyaknya bahaya ghibah (membicarakan aib/kejelekan orang lain) yang sering kali tidak kita sadari. Berikut ini bahaya ghibah yang perlu kita renungkan sebelum berbicara.

Rasulullah saw. menegaskan pengertian bergunjing sebagai berikut:“Tahukah kalian apa ghibah itu?”. Mereka menjawab: “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu”. Maka beliau bersabda, menjelaskan: “Memperbincangkan saudaramu tentang apa yang tak disukainya”. Lalu Tanya mereka pula: “Kalau yang diperbincangkan itu benar, ya, Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Kalau yang diceritakan itu benar, maka engkau telah melakukan ghibah terhadap saudaramu itu. Kalau yang dibicarakan itu tidak benar, maka engkau telah melakukan kepalsuan terhadap saudaramu”.

Diriwayatkan sebuah hadits dari Jabir bin Abdullah r.a., bahwa Nabi saw bersabda : “Hindarilah mengunjing, karena mengunjing itu lebih berat (siksanya) dari berzina”. Para Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa alasannya mengunjing itu lebih berat dari berzina?” Nabi bersabda, “sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina lalu ia mau bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Tetapi orang yang mengunjing, Allah tidak akan mengampuni sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya”.

Diriwayatkan pula, ada seseorang yang pada hari kiamat diberikan kepadanya buku catatan amalnya. Lalu dia tidak melihat di dalamnya catatan amal kebajikannya, maka dia berkata, “Ya Tuhanku, dimanakah amal shalatku, puasaku dan amal ketaatanku?” Maka dikatakan kepadanya, “Hilang seluruh amal kebaikanmu, lantaran kamu mempergunjingkan manusia.” Diberikan pula buku catatan amal seorang lelaki lainnya yang diterima dengan tangan kanannya. Lalu dia melihat amal-amal kebaikannya yang tidak pernah dilakukannya, maka diucapkan kepadanya: “Inilah catatan amal-amal kebaikan manusia yang telah mempergunjingkanmu, sedang kamu tidak menyadarinya.”

Abu Hurairah r.a. telah mendengar Rasululah saw bersabda : “Sungguh adakalanya seorang hamba berbicara sepatah kata yang tidak diperhatikan, tiba-tiba ia tergelincir kedalam neraka oleh kalimat itu lebih jauh dari jarak antara timur dengan barat.” (HR. Bukhari, Muslim).

Anas r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : “Ketika saya di mi`raj-kan, saya telah melihat suatu kaum yang berkuku tembaga yang digunakan mencakar muka dan dada mereka sendiri, maka saya bertanya pada Jibril : Siapakah mereka itu? Jawabnya : Mereka yang memakan daging orang lain dan mencela kehormatan orang lain (ghibah)”. (HR. Abu Dawud).

Allah berfirman dalam Al-quran, “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggap itu suatu yang ringan saja. Padahal itu pada sisi Allah besar. (An-Nuur (24):15)

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw. Bersabda, “ Orang yang menutup aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup aibnya pula kelak di hari kiamat.”

Abu Darda r.a. berkata : Bersabda Nabi : “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya di hari kiamat”. (At-Tirmidzi).

Rasulullah saw. bersabda, “Menggunjing itu memang lezat rasanya di dunia, tetapi dapat mengantarkanmu ke neraka di akhirat kelak”.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s