Cara Sahabiyah Berinfaq

Ahmad dan Abu Ya’la mengeluarkan dari Ummu Salamah r.ha, dia berkata, “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memasuki tempat tinggalku dengan rona muka yang muram. Karena khawatir beliau sakit, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa muka engkau tampak muram?” Beliau menjawab, “Karena tujuh dinar yang kemarin kita terima, tapi hingga sore hari uang itu masih berada di bawah kasur.” Di dalam riwayat lain disebutkan, “Dan kita belum menginfakkannya”. Menurut Al-Haitsamy, 10/2381 rijalnya shahih.

Al-Bukhary mengeluarkan di dalam Adabul-Mufrad, hal. 43, dari Abdullah bin Az-Zubair r.anhuma, dia berkata, “Aku tidak melihat dua orang wanita yang lebih murah hati daripada Aisyah dan Asma’ (r.anhuma.) sekalipun caranya berbeda. Aisyah (r.ha.) biasa mengumpulkan sedikit demi sedikit, dan setelah terkumpul dalam jumlah yang banyak, dia membagi-bagikannya. Sedangkan Asma’ (r.ha.) tidak pernah menyimpan sedikit pun hingga esok hari.

* artikel dikutip dari  Azhaar Jaafar

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s