Nasehat Seorang Guru Tentang Amal

Terkadang, disela-sela melakukan sebuah amal soleh atau perbuatan terpuji, kita seringkali dihampiri perasaan untuk menundanya atau bahkan pada akhirnya sama sekali tidak jadi melakukannya. Kita acapkali terbentur hingga takut jika pada amal itu terselip perasaan riya’ (ingin dilihat orang lain). Rasa takut akan jatuh ke jurang perasaan riya’ adalah hal yang wajar muncul dalam diri seseorang yang sangat berhati-hati dalam setiap amalnya.

Seorang guru pernah memberi nasihat agar jangan sesekali meninggalkan amal soleh karena takut riya, karena meninggalkan amal soleh karena takut riya’ adalah hakikat dari riya’ itu sendiri.

Berikut 2 untai kalimat nasihat lain dari beliau yang sedikit saya edit ulang tentang amal;

1.Beramallah dan jangan berpaling apakah itu riya atau ikhlas, beramallah sebanyak banyaknya dan padukan dengan memperbanyak doa,

“Wahai rabbiy, aku telah beramal semampuku, sungguh aku ingin ikhlas hanya untuk Mu, namun bila ada cela dan aib dari amalku maka sempurnakanlah dari segala kekurangannya. .
Rabbiy, kalau kau beri aku kemampuan beramal tanpa ada riya, lalu kau pilihkan padaku tuk beramal ikhlas atau beramal dengan riya, niscaya aku akan memilih beramal ikhlas dan meninggalkan riya, namun kalau aku tak mampu melakukannya maka hanya Engkaulah yang Maha Mampu memperbaikinya, maka kupasrahkan semua padamu rabbiy…,

2. Beramal baik adalah bagaikan orang yang sedang puasa yang sedang duduk menghadapi hidangan buka puasa, ia berangan angan ingin menelan semua hidangan itu tanpa menyisakan sedikitpun..
Nah.. berniatlah seperti itu, niatlah melahap seluruh ibadah.., lalu bila sudah waktunya maka berbuatlah semampunya, namun niat agung itu telah tertulis sebelum dilakukan, sebagaimana doa Rasulullah SAW :

“Wahai Allah berilah aku sifat tamak (rakus) dan bersemangat pada apa apa yang ada disamping Mu”, maksudnya jangan Kau jadikan aku acuh pada pahala dan keridhoan Mu, jadikan aku tamak dan rakus dan bersemangat untuk melahap semua kedekatan dan keridhoan Mu, hingga tak kusisakan sedetikpun kecuali aku dalam keridhoan Mu

***
Semoga Allah SWT karuniakan kepada kita keikhlasan tiada batas dan kekuatan untuk senantiasa melanggengkan setiap amal soleh yang telah, sedang dan yang akan kita kerjakan.

Wallahu a’lam.

Sumber: (Sebuah nasehat dari Al habib Munzir Al Musawa dalam sebuah dialog) http://zidaburika.wordpress.com
http://www.aswaja.net

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s