Pengantar Pandangan Berimbang

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah swt yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita semua, diantaranya nikmat yang sangat besar yaitu nikmat Iman dan Islam. Tiada agama yang diridhoi Allah swt kecuali Islam. Sholat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para Shahabatnya, serta kepada pengikutnya yang setia sampai akhir jaman.

Saat ini banyak kaum muslimin, bahkan para Ulama dan cerdik pandai, memberikan pandangan yang kadangkala kurang tepat terhadap usaha da’wah dan tabligh (dikenal sebagai jama’ah tabligh). Pandangan-pandangan tersebut dapat dibaca oleh kalangan kaum muslimin, apakah melalui media cetak atau elektronik. Pandangan-pandangan tersebut sebagiannya telah kami tahu sebelum banyaknya pandangan seperti sekarang ini. Kami yang telah lama terjun dalam kajian, pendalaman dan juga terlibat langsung dalam usaha da’wah dan tabligh, terdorong untuk menyampaikan pandangan berimbang agar kita semua mendapatkan wacana baru.

Tetapi kami akan mengajak kaum muslimin terhadap hal-hal fundamental yang kurang menjadi perhatian dari kebanyakan kaum muslimin, tidak pada perkara-perkara secara langsung yang disampaikan terhadap usaha da’wah dan tabligh itu. Sehingga tulisan ini akan memberikan wacana kepada kaum muslimin sendiri, apakah yang telah aktif dalam usaha da’wah dan tabligh; atau juga kaum muslimin yang telah terlibat dan kemudian berhenti; atau juga kaum muslimin yang terjun dalam pergerakan Islam lainnya; atau juga kaum muslimin yang kurang berkenan dengan usaha da’wah dan tabligh ini, serta kaum muslimin secara umumnya.

Kenapa kami menulis hal ini? Bukan karena kami telah terjun ke dalam usaha da’wah dan tabligh cukup lama, tetapi kami mengajak kaum muslimin untuk memberikan perhatian serius terhadap hal-hal fundamental yang sangat alami dan natural, yang mana hal ini kurang banyak diperhatikan oleh kaum muslimin. Usaha da’wah dan tabligh telah banyak memberikan inspirasi dan motivasi kepada kami sendiri untuk mendalami hal ini, dan telah banyak perkara yang sangat unik dalam usaha da’wah dan tabligh telah memberikan dorongan kepada kami sendiri untuk lebih serius mendalami usaha da’wah dan tabligh, dan memberikan dorongan untuk lebih menuangkan secara sistematik dan ilmiah.

Setelah sekian lama kami mendalami usaha da’wah dan tabligh, serta tidak pernah berhenti untuk mempelajari sumber-sumber Islam yang telah ditulis para ulama terdahulu, kami akhirnya mencoba menuliskan hal-hal penting untuk dipelajari bersama di kalangan kaum muslimin sendiri.

Inpirasi dan motivasi telah memberikan dorongan pada kami, Insya Allah, untuk menyusun topik-topik secara tematik dari sumber-sumber ulama terdahulu, apakah melalui kitab tafsir dan juga syarh hadits Rasulullah SAW. Mudah-mudahan topik-topik tematik ini dapat menambah pengetahuan dan kepahaman terhadap agama kita sendiri, dan tentunya juga hal-hal yang kami tuliskan secara berkala terhadap perkara-perkara khas yang seharusnya menjadi perhatian serius kaum muslimin.

Kepada kaum muslimin yang membaca tulisan kami ini, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan pandangannya. Yang terpenting kami mengajak kaum muslimin, terutama para ustadz atau juga cerdik pandai, untuk tidak mudah memberikan analisa atau pandangan terhadap usaha da’wah dan tabligh tanpa adanya terlebih dahulu sama-sama mendalami, mengkaji bersama ke dalam usaha ini. Dan semua pandangan yang ditulis ini bukanlah mewakili pandangan dari usaha da’wah dan tabligh, tetapi merupakan pandangan dan analisa kami pribadi.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini memberikan kepahaman terhadap hal-hal yang telah hilang, dan sekarang ini usaha da’wah dan tabligh telah mencoba menampilkan perkara yang natural dan alami. Sehingga kami mengharapkan kaum muslimin mulai memperhatikan perkara-perkara yang natural dan alami yang sebenarnya telah banyak ditulis dengan baik dalam sumber-sumber Islam. Dan kita kaum muslimin terhindar dari perkara yang tidak diketahui dengan baik, tanpa sebuah analisa yang sangat mendalam. Agama kita sangat menekankan untuk dapat mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh, sehingga kita sendiri terbebas dari kerugian di masa depan.

Terimakasih,
dikutip dari : Ustadz Mohamad Haitan Rachman

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s