Surat Kedua Penjelasan Nama Jama’ah dan Perbedaan

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma’iin.

wa ba’du.

Jwbn dr anda tlh sy terima pd tgl 13 jan ‘07,dan tlh bbrp kali sy baca&coba untuk fahami.Terima ksh sy sampaikan pd anda atas kesediaannya u/ memperhatikan pertanyaan2 dr sy.Smg Alloh Yang Maha Pemurah menganggapnya sbg amal sholeh&menjaganya sampai di yaumil hisab.

Masukan2 anda ttg Tabligh tsb sngt berguna bg sy dlm usaha u/ lbh mengenal usaha da’wah tsb di atas.(Sy dengar, gerakan da’wah ini sbnrnya tak bernama&tak berlembaga.”Jama’ah Tabligh” adl nama pemberian dr org2.Betulkah?)

Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,

Terimakasih jawaban saya itu sudah dibaca dan ditelaah. Nama-nama itu dikarenakan dengan karakternya, ada yang memberinama Jama’ah Tabligh, dikarenakan aktifitasnya banyak tabligh; ada yang memberinama Jama’ah Khuruj, dikarenakan aktifitasnya banyak khuruj ke masjid-masjid; ada yang memberinama Jama’ah Silaturahmi, dikarenakan aktifitasnya banyak silaturahmi; ada yang memberi nama Jama’ah Da’wah, dikarenakan aktifitasnya banyak berda’wah.

Nama itu banyak diberikan oleh kaum muslimin yang melihat aktifitas-aktifitasnya, dan mungkin untuk memudahkan bagi kaum muslimin untuk mengetahui saudaranya sendiri yang aktif dalam hal itu. Tetapi jika sudah mulai terlibat ke dalamnya, kaum muslimin mulai menyadari bahwa penamaan itu tidak secara khusus atau yang dilembagakan.

Sesungguhnya,upaya sy mencari tahu ttg Tabligh ini tak lepas dari 2 kekhawatiran besar thd diri sy sendiri, yaitu :

1. Adanya 72 golongan dlm islam yg akan msk neraka,yg nabi SAW telah peringatkan.Sy khawatir sy akan masuk pd slh 1 diantaranya,hanya krn ketergesa2an&ketdkcermatan sy dlm melihat.Na’uudzubillaahi mindzaalik.

2. Satu golongan yg tersisa, yg selalu berpegang teguh pd kitabulloh&sunnah rosululloh,yg tak takut celaan org2 yg mencela,Nabi janjikan akan tetap ada sampai sesaat sblm kiamat ditegakkan.Jadi, saat ini golongan itu benar2 ada.Hanya saja sy belum bisa melihatnya krn kelemahan diri sy sndr.Yg sy khawatir, jangan2 sbnrnya jalan menuju firqoh najjiyah tsb selama ini telah terpampang di dpn mata sy,tanpa sy menyadarinya,shg sy sndr yg merugi krn tdk ikut ambil bagian di dlmnya.

Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,

Saya sering mendapatkan tentang perkara hal ini. Dan saya sangat senang jika Ibu sangat kuatir tidak termasuk dalam ummat yang selamat, sama hal dengan saya. Setelah saya mendalami usaha da’wah ini, saya belajar-belajar merasakan pikir, risau dan juga harapan dari Nabi Muhammad SAW. Saya secara pribadi masih jauh dari harapan tentang hal ini. Dan para ulama yang sudah lama dalam usaha ini, sering menekankan tentang pikir dan risaunya Nabi kit, Nabi Muhammad SAW.

Saya mendapatkan satu ayat al-quran yang menjelaskan tentang kerisauan ini dengan sangat jelas dijelaskan oleh Allah swt sendiri.

092607-1338-suratkeduap1

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS At-Taubah:128)

Oleh karena itu, saya sekarang melihat hadist diatas sebagai sebuah kerisauan beliau, sehingga dari awal beliau mengingatkan hal itu. Agar semuanya berhati-hati dan juga tidak terlena dengan tanggung jawab utamanya yaitu sebagai para da’i yang akan selalu mengingatkan satu sama lain. Allah swt menjelaskan dengan sangat tegas dalam surat 103:1-3.

Jika kita perhatikan dengan baik, sebenarnya saling mengingatkan juga merupakan amal sholeh, tetapi apa hikmahnya dibalik Allah swt mengulang lagi penekanan itu. Ternyata yang dapat membangkitkan kembali iman dan amal sholeh kepada seseorang adalah tugas da’i itu. Tidak mungkin seseorang kembali kepada Islam kecuali diingatkan dan diajak. Ini sudah menjadi kaidah umum dan sangat alami.

Tetapi syeitan dan juga musuh-musuh islam tidak akan pernah ridho dengan ketentraman dan juga keberhasilan ummat ini. Oleh karena itu berbagai cara masuk ke dalam ummat ini agar mengalami kerusakan. Allah swt mengingatkan hal ini dengan jelas dan tegas.

092607-1338-suratkeduap2

“Orang-orang yahudi dan nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Al-Baqarah: 120)

Kisah aus-khajraj merupakan jelas sekali bahwa usaha itu masuk ke dalam tubuh ummat Islam, pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Dan Allah swt merekamnya ke dalam firmanNya, yaitu QS 3:100-105. Tetapi dengan tampilnya Nabi sebagai pemberi peringatan, maka keduanya kembali lagi ke dalam pangkuan Islam.

Ketika Rasulullah SAW meninggalkan alam yang fana ini, maka bermunculan pandangan-pandangan yang keluar dari jalur Islam, seperti mengaku Nabi baru, tidak mau membayar zakat. Setelah dapat diselesaikan dengan baik, muncul kembali pandangan-pandangan yang keluar jalur Islam, seperti pandangan-pandangan rasionalis yang sangat membahayakan Ummat Islam, dan ini juga setelah masuknya pandangan-pandangan filsafat eropa ke dalam dunia Islam.

Jadi sangat jelas sekali syeitan dan juga musuh-musuh Islam akan melakukan perusakan-perusakan terhadap Islam dengan berbagai jalan, sehingga ummat Islam mengalami banyak perubahan dalam pola berpikir terhadap Islamnya sendiri. Dan saat ini dimana kaum muslimin sudah sangat lemah, lebih banyak lagi pandangan-pandangan yang keliru dan lebih sangat membahayakan, seperti pandangan segala-galanya uang; sholat tidak perlu dilakukan, yang penting sadar saja; semua agama sama, dan kita bisa beribadah sama-sama; ada yang mengaku Nabi baru; yang hebat dan modern itu dari dunia barat, maka tinggalkan ajaran Islam yang kuno ini; ajaran islam perlu dilakukan perombakan; dsb.

Banyak sekali pandangan-pandangan yang keliru di lingkungan kaum muslimin, silahkan perhatikan di rumah kita, di lingkungan tetangga kita, di tempat kerja kita, di pasar atau tempat pembelanjaan, di koran-koran atau majalah, di telivisi, dimana-mana saja. Oleh karena itu, setelah saya mengikuti usaha da’wah, saya mencoba memahami hadist itu sebagai warning dan juga pikir, agar banyak lagi kaum muslimin yang kembali kepada Islam. Sehingga bukan sebagai sarana untuk saling menyalahkan ataupun juga meremehkan kaum muslimin yang lain. Orang sakit harus dibawa ke dokter atau ke rumah sakit, bukan dimarah-marahi; orang tidak tahu harus dibawa kepada orang alim, bukan dikucilkan dan dibuang.

Oleh karena itu, dengan adanya pandangan-pandangan yang berkembang terhadap hadist di atas, bagi saya adalah bukan urusan soal klaim-klaiman, tetapi sejauh mana kita mengikuti contoh-contoh Rasulullah SAW dan juga para Shahabat RA dalam kehidupan ini. Dan bagaimana menumbuhkan pikir agar banyak lagi kaum muslimin kembali ke dalam pangkuan Islam, dan akhirnya menyebarkan Islam ke seantero dunia dan menjadi kuat kembali seperti semula.

Dan jika ada perbedaan-perbedaan, maka kita sangat diajarkan untuk saling bermudzakarah dan musyawarah tentang hal ini. Dan sampai saat ini, dua hal yang sebenarnya menjadi langkah untuk saling memperbaiki jarang sekali dilakukan oleh kaum muslimin.

Dan dari kajian yang saya lakukan, mudzakarah dan musyawarah merupakan langkah yang dapat diterapkan di mana-mana, dan bahkan karena kedua hal ini tidak ada maka masalah sudah mulai bermunculan, bahkan banyak keluarga yang broken-home karena kurangnya harmonis dalam komunikasi atau kedua hal itu.

Kembali pd pertanyaan sy ttg menonjolnya pribadi Maulana Ilyas.

Jadi sebenarnya, beliau Maulana Ilyas&org2 yg terlibat dlm Tabligh yg betul2 faham akan esensi gerakan da’wah tsb,berusaha dgn sungguh2 u/ membawa umat ini kpd teladan nabi SAW dan pr shahabat rodhiyallohu ‘anhum ‘ajma’in.

Sedangkan efek penonjolan satu/bbrp karakter pribadi dlm Tabligh diatas pribadi2 pr shohabat RA adalah sebuah penyimpangan yg sebenarnya tdk mereka kehendaki. Benarkah demikian?

Kepada Ibu yang dimuliakan Allah swt,

Insya Allah, melalui mudzakarah dan musyawarah hal itu akan terus berkurangan. Yang terlibat ini sangat beragam karakter dan latar belakangnya. Sangat berbeda dengan yang kumpulnya hanya para pelajar atau juga mantan para pelajar saja, atau para terpelajar.

Oleh karena itu, mudzakarah dan musyawarah yang cukup baik akan terus mengurangi hal-hal itu dengan alamiah. Dan saya secara pribadi melihat itu dengan baik prosesnya, meskipun memerlukan waktu.

Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Sumber : http://usahadawah.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s