Surat Keempat Penjelasannya Perkara Usaha Da’wah Kaum Ibu

Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Yth. Saudara Haitan Rachman.
Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuhu.

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.Sholllalloohu ‘alaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihii ‘ajma’iin.

wa ba’du.

Bahasan anda yg tertulis pd Mudzakaroh 3,telah cukup banyak membantu kami u/ memahami banyak hal.Dan kami sngt bersyukur karenanya.Kalau saja anda tahu,sesungguhnya tanya jwb ini mempunyai pengaruh yg besar pd kehidupan pribadi kami.

Sebalumnya kami mohon maaf yg sebesar2nya atas pilihan2 kalimat kami pd pertanyaan kami yg terakhir tempo hari. Kami benar2 menyadari kelemahan diri kami dalam berkomunikasi,shg sering kalimat2 yg terlontar menjadi tdk tepat sprti yg kami maksud.

Anda benar.Setiap hamba-tidak peduli dia org arab ataupun org a’jam-dikenai kwjbn utk menegakkan&menyebarkan agama ini.Dan setiap hamba mempunyai kesempatan yg sama utk dpt mnjd org yg bertaqwa&memperoleh kasih sayang dr Allah SWT.

Sesungguhnya pertanyaan kami pada email ‘Pertanyaan 2? tempo hari, lebih tertitik berat pd hal “menyerahkan suatu urusan kepada ahlinya”.

Beberapa contoh misalnya sprti :

* Rasulullah SAW memberikan scr khusus kpd Hudzaifah bin Al-Yaman RA ilmu ttg kemunafikan.Hal tsb krn beliau SAW memahami kelebihan karakter Hudzaifah RA a/ tepat utk memegang ilmu tsb.Shg diceritakan,Umar bin Khattab RA pd masa kekhalifahannya,setiap ada jenazah muslimin hendak disholatkan,dia terlbh dulu melihat pd Hudzaifah RA.Bila Hudzaifah tdk menyolatkannya,Umar pun urung.Krn Umar RA tahu bahwa Hudzaifah RA faham betul ttg karakter org munafik.
* Pd saat sakit Rasulullah SAW menjelang kematian beliau,beliau tdk bisa sholat bersama2 kaum muslimin.Abu Bakr RA pun belum tiba.Manusia telah menunggu cukup lama.Umar RA pun maju utk mengimami sholat(dan tentu sj hal itu bkn krn kelancangannya,tp krn desakan seorg shahabat lain,yg Umar RA mengira itu a/ perintah Rasulullah).Ternyata Rasulullah marah&tdk ridha kec Abu Bkr RA yg menjadi imam.
* Rasulullah SAW memperingatkan muslimin akan datangnya sebuah kehancuran bila seorang perempuan dijadikan sbg pemimpin.Tentulah ini bukan krn hinanya kaum perempuan,tp krn posisi imam tidaklah cocok utk mrk.Dan bila itu dilanggar,mk akan timbul berbagai macam kerusakan.
* Pasa sesaat stlh Rasulullah SAW wafat,di saat muslimin tengah terguncang krn berita kematian beliau,sebagian shahabat dr kalangan Anshar berkumpul di Tsaqifah Bani Sa’idah.Abu Bkr,Umar bin Khattab,& bbrp shahabat lain dr kaum Muhajirin kemudian mendtngi mrk.Salah seorag pembicara Anshar RA berdiri.Stlh memuji Allah,dia berkata,”Amma ba’du,kami a/ dr kaum Anshar,pr penolong Allah,dan pioner2islam.Dan kalian wahai kaum muhajirin,a/ dr kalangan Nabi kami.Dan sesungguhnya telah muncul tanda2 kalian bahwa kalian akan turut mendominasi kami di sini,di tmp tinggal kami ini,&akan mengambil alih kekuasaan dr kami”.Kemudian Abu Bakr RA berkata stlh memuji Allah,”Amma ba’du.Apapun mengenai kebaikan yg telah kalian sebut,maka benarlah adanya&kalianlah orangnya.Namun org2 Arab hanya mengenal kabilah ini yakni Quraisy.Scr nasab,mrklah yg plng mulia di antara bangsa2 Arab.Demikian pula tmp tinggal mrk yg plng mulia drpd seluruhnya………dst hingga akhir riwayat.Adapun dlm lain riwayat,dikatakan : Stlh kaum Anshar berbicara,kemudian Abu Bakr RA mulai berbicara menyebutkan segala kebaikan org Anshar;tdklah segala kebaikan yg pernah disebut Rasulullah atas mrk,kec disebut seluruhnya o/Abu Bakr.Diantara perkataannya :”Kalian mengetahui bhw Rasulullah pernah bersabda,”Andai saja manusia menempuh jalan di satu lembah sementara kaum Anshar menempuh satu jalan,maka pasti akan kutempuh jalan kaum Anshar“.Dan engkau telah mengetahui wahai Sa’ad bhw Rasulullah pernah bersabda-saat itu kau sedang duduk-”Sesungguhnya kaum Quraisylah yg plng berhak menjadi pemimpin.Kebaikan manusia akan mengikuti kebaikan yg ada pd mrk.Dan kejelekan manusia akan pula mengikuti kejelekan yg ada pd mrk“.Maka Sa’ad bin Ubadah(salah seorng shahabat Anshar)berkata,”Engkau benar.Kami hanyalah wazir,dan kalianlah yg menjadi pemimpin”.Maka dibaiatlah Abu Bakr RA.Tentulah ini bukan ashobiyah.

Kembali pd pertanyaan kami tempo hari.Kami mendengar ttg Tabligh.Kami mendengar ttg energi penyebarannya,luasnya jangkauannya,hasil2 perjuangannya.Di satu sisi kami sngt bersyukur.Di satu sisi yg lain,ada sebuah pertanyaan yg mengganjal.Kami berpikir,kalau ada suatu kaum yg bisa memikirkan&mengurusi penyebaran agama ini sampai ke seluruh muka bumi ini,yg efeknya bisa sampai pd ke seluruh dunia, mk seharusnya itu a/ org2 Quraisy.Menurut kami,adalah sesuatu hal yg aneh bagi org2 yg mempelajari siroh,bila gerakan dakwah tsb berawal dr Kaum Hindi.

Tapi kemudian,nyata sekarang bagi kami bhw hal itu sdh tdk menjadi masalah. Saat pertama mengetahui bahwa Maulana Ilyas&org2 yg disekelilingnya yg bergerak dlm da’wah ini a/ org Arab-kaum Quraisy pula-,kami menitikkan air mata kami.Ternyata Allah Yang Maha Tinggi menjawab kegelisahan kami dgn cara yg amat lembut.Segala puji bagi Allah,yg tidak menyelisihi janji.

Bila gerakan dakwah&penegakan agama ke slrh muka bumi ini diibaratkan sebuah peperangan,&org2 yg ikut ambil bagian di dlmnya diibaratkan sebuah pasukan perang yg dikirim oleh Sang Raja, maka dlm pasukan tsb akan ada panglima2 perang,penasihat2 taktik peperangan,utusan2 bagi negeri yg dituju,para prajurit,para pandai besi u/mengurusi balistik,para penggembala hewan bagi makanan pasukan,dan lain sbgnya. Tentulah jbtn panglima dipegang o/ kaum Quraisy.

Semuanya pasti memperoleh gaji dr Sang Raja.Mulai dr panglima sampai pd jbtn yg plng remeh.Dan mrk tdk akan merugi.Apalagi bila Sang Rajanya a/ Allah Yang Maha Pengasih.

Kami a/ org a’jam.Dan kami rela urusan agama kami diserahkan pd org Quraisy.

Kami a/ org a’jam,dan bukan dr kalangan org2 yg berbobot.Barangkali dlm perang tsb Allah akan menempatkan kami pd posisi penggembala hewan.Kami rela.Dan kami akan berusaha sungguh2 utk menjadi penggembala hewan yg terbaik di hdpn Alloh SWT.Smg Allah memberi hidayah &ampunan pd kami.Wallaahu a’lamu.

Pertanyaan 3.

Kami sngt ingin tahu apa bagian kami sbg perempuan.Bila anda tdk keberatan,ceritakanlah pd kami amalan2 masturot.

Mohon maaf bila kami berbuat salah.

Jazaakallohu khoiron.
Sahallallohu’alaa muhammad.
Walhamdulillahirobbil’aalamiin.
Wassalaamu’alaikum wa rohmatulloh

Kepada Ibu Yang Dimuliakan Allah Swt,
Wa’alaimus salam warahmatullahi wabarakatuh,

Terimakasih banyak Ibu sudah membaca tulisan-tulisan dengan seksama, mudah-mudahan dapat memahami usaha da’wah ini (orang lebih mengenal sebagai Jama’ah Tabligh), dan juga dapat mendukung suami Ibu untuk tetap dalam usaha da’wah. Sebelum saya menjelaskan pertanyaan yang terakhir, terlebih dahulu saya mengulangi beberapa hal yang cukup penting untuk mengingatkan kembali tentang hal itu.

Kaum Ibu mempunyai peran sangat penting bagi pertumbuhan usaha da’wah. Oleh karena itu para ulama yang telah lama berkecimpung dalam usaha da’wah sangat menekankan untuk melibatkan keluarganya dalam usaha da’wah ini. Sehingga ketika sedang lemah dalam amal sholeh dan da’wah, maka istrinyalah yang pertama kali merayu dan mendorong untuk tetap menjaga iman dan amal sholeh, dan juga semangat dalam usaha da’wah, sesuai dengan apa yang dipesan oleh Allah swt:

092707-2134-suratkeempa1

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6)

Dan yang perlu selalu diingat oleh kita semua sebagai kaum muslimin, apakah itu laki-laki atau perempuan, bahwa Iman dan Amal Sholeh sebagai tolak ukur dari rahmat yang diberikan Allah swt kepada kita. Jika kita kaum muslimin saat ini belum mencapai seperti yang telah dicapai oleh Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, dan juga Para Shahabat RA, hal ini menunjukkan bahwa Iman dan Amal Sholeh kita masih jauh dari harapan itu. Sehingga kita kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu berusaha meningkatkan Iman dan Amal Sholeh secara berkelanjutan.

092707-2134-suratkeempa2

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97)

092707-2134-suratkeempa3

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-’Araf: 96)

092707-2134-suratkeempa4

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An-Nuur: 55)

Dan masih banyak lagi fadhilah-fadhilah dari Iman dan Amal Sholeh yang dijelaskan Allah swt dalam Al-quran, begitupun juga dalam hadist-hadist Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.

Usaha Masturah

Usaha masturah merupakan usaha untuk memberikan kepahaman kepada kaum ibu atau perempuan tugas untuk saling membantu dalam usaha da’wah dan juga membangun keluarganya para da’i di masa depan. Tidak ada amalan khusus dalam usaha masturah sebenarnya, karena pada prinsipnya adalah amalan-amalan Islam yang perlu dihidupkan dengan baik dalam lingkungan kaum Ibu dan juga keluarga.

Ta’lim harian di rumah merupakan program yang sangat penting bagi keluarga muslim. Saat ini program ini sangat berkurangan, dan sangat sedikit rumah kaum muslimin mengadakan ta’lim harian. Ta’lim harian yang perlu sering dilakukan adalah ta’lim fadhilah amal. Ta’lim ini akan memberikan dorongan kepada anggota keluarga untuk selalu menjaga amal-amal sholeh, seperti sholat, dzikir, puasa, da’wah, silaturahmi, akhlaq, menuntut ilmu, mengikuti para shahabat, ikram kepada kaum muslimin dll. Sedangkan untuk ta’lim masyail (terutama dengan kaifiyyat amal) dapat mengikutinya dari pelajaran para ustadz atau ustadzah yang dipercaya kita.

Baca quran harian merupakan sesuatu yang sangat baik, dan ini perlu dilakukan bersama keluarga. Bahkan beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dengan usaha da’wah, sudah banyak anggota keluarga yang mulai menekankan untuk banyak hafidz quran di rumahnya. Sehingga biasanya orangtua yang sudah memahami usaha da’wah ini mendorong keluarganya sendiri untuk banyak hafalan quran dan juga hafalan hadits. Saya pernah bertemu dengan seorang ahli da’wah dari srilangka, beliau menjelaskan bahwa anaknya hafidz quran dan juga pelaku bisnis, dan juga anak perempuannya juga hafidz.

Biasanya diadakan bayan masturah, agar kaum ibu banyak yang memahami usaha da’wah ini dan mendorong suaminya dan juga anggota keluarga lainnya untuk dapat terlibat dalam usaha da’wah ini. Di beberapa daerah yang sudah sangat berkembang dalam usaha da’wah ini, bayan masturah ini diadakan secara teratur dan rapi, bahkan kadangkala pertemuan-pertemuan itu juga dipergunakan untuk proses pengajaran Ilmu masyail (terutama fiqh Islam) kepada kaum Ibu oleh para ustadzah yang memahami ilmu masyail dan juga paham dengan usaha da’wah.

Dan kadangkala juga pengajaran baca quran atau halaqah quran sendiri. Sehingga pertemuan ini tidak hanya mendengarkan bayan yang dibawakan oleh Ahli Da’wah. Pada program bayan masturah ini, tidak hanya diikuti oleh keluarga ahli da’wah, tetapi juga dapat diikuti kaum Ibu tetangga rumah dimana ada bayan masturah, atau kaum muslimah lainnya. Dan yang terpenting dapat diperhatikan adab-adabnya dengan baik.

Disamping hal tersebut, kadangkala dikeluarkan rombongan khusus masturah, artinya dikirimkan rombongan da’wah bersama istri-istri ahli da’wah. Aktifitas rombongan ini sama dengan rombongan yang tanpa istri, hanya saja ada program-program khusus masturah ketika di tempat yang dituju, seperti bayan masturah, program ta’lim wa ta’allum khusus muslimah di daerah itu, program halaqah quran, dll. Dan Alhamdulillah, dengan ijin Allah swt, rombongan ini terus meningkat kualitasnya dan juga jumlahnya.

Tugas Da’wah tidak hanya untuk kaum laki-laki

Untuk hal di atas, kita semua kaum muslimin, baik laki-laki dan perempuan, perlu memperhatikan tugas atau kerja yang dapat meningkatkan iman dan amal sholeh di lingkungan kaum muslimi. Dan kerja ini perlu saling bantu-membantu, apalagi di dalam satu keluarga. Allah swt menjelaskan dengan tegas tentang hal itu, dan para shahabiyyah RA telah menunjukkan hal-hal itu dengan baik, seperti Siti Khadijah RA, Siti Fathimah RA, Siti Aisyah RA, dan masih banyak lagi.
092707-2134-suratkeempa5

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Sehingga dengan jelas bahwa usaha masturah adalah membantu kerja da’wah ini dengan baik. Seorang Istri akan selalu menjaga usaha da’wah yang diemban oleh suaminya dengan baik. Bahkan usaha masturah dapat memberikan pengaruh yang sangat kuat untuk melahirkan para da’i di masa depan. Sehingga seorang Bapak dapat mendorong kepada anaknya sebagai da’i, seperti mana ucapan Lukman kepada anaknya.
092707-2134-suratkeempa6

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS Lukman: 31)

Dan usaha da’wah merupakan tanggung jawab kita semua, termasuk anak-anak kita sendiri. Untuk itu marilah kita mantapkan untuk mendorong suami dan juga anak-anak terlibat dalam usaha da’wah ini. Dorong lagi dan lagi, sampai kita semua tidak ada lagi.
092707-2134-suratkeempa7

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa” (QS Al ‘Araaf: 164)

Sekian dahulu penjelasan saya. Terimakasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, Ibu dapat mendorong suami untuk terlibat dan tetap dalam usaha da’wah dan juga dengan keluarga lainnya.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

di kutip dr penjelasan
Ustadz Haitan Rachman

1 Komentar

  1. smoga Allah istiqomahkan kta dlm usaha dakwa ini sampai akhir hayat kta dan dtruskan sampai anak cucu kta..amiin yarobbal’alamin..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s