Kenalilah dan Ikutilah Muhajirin dan Anshor

Generasi para Shahabat RA yang telah dibina langsung oleh Rasulullah SAW menjadi sebuah generasi contohan dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, sehingga tidak mengherankan banyak ulama generasi selanjutnya mencatat tentang generasi tersebut, dan tulisan-tulisan itu juga sampai kepada kita kaum muslimin saat ini. Kita sangat mendambakan kejayaan kaum muslimin terjadi lagi seperti di jaman itu dalam berbagai segi kehidupan. Hanya saja kita kaum muslimin saat ini jarang sekali mempelajari dan mendalami kehidupan para Shahabat RA. Kesilauan terhadap kemajuan-kemajuan yang dimiliki bangsa-bangsa lain telah merubah pola pikir kaum muslimin, sehingga banyak kaum muslimin tidak mengenal dengan sejarah generasi itu dengan baik.

Bahkan anak-anak kaum muslimin saat ini tidak mengenal siapa Abu Bakar Asy-Syidiq RA, Ummar Al-Faruq RA, Usman Bin Affan RA, Alin Bin Abi Thalib RA, Hasan Bin Ali RA, Husein Bin Ali RA, Fathimah Az-Zahra RA, Aisyah RA. Dan banyak pemuda-pemudi kaum muslimin sekarang telah menunjukkan perilaku dan karakter yang tidak diajarkan oleh Islam itu sendiri dan hal itu nampak dimana-mana tempat, berbeda dengan perilaku dan karakter generasi para Shahabat RA, seperti Muadz Bin Jabal RA, Musyaib Bin Umair RA, Zubair RA, Salman Al-Farisi RA.

Oleh karena itu jika kita berkeinginan mendapatkan kejayaan atau kesuksesan yang pernah diperoleh pendahulu-pendahulu kita, maka kita sendiri harus mempunyai perilaku dan karakter yang sama dengan generasi yang pernah sukses itu. Bagaimana kisah Ummar RA ketika memberikan pelayanan kepada seorang Ibu di padang pasir pada malam hari. Bagaimana kisah seorang pemuda yang tampan dan dari keluarga sangat mampu, yaitu Musyaib Bin Umair, meninggalkan kampung halamannya, Mekkah, menuju ke Madinah bersama dengan beberapa orang Madinah yang telah masuk Islam. Bagaimana kisah Ummar Bin Abul Aziz RA menjelaskan kepada Ibunya ketika beliau menangis di waktu malam, padahal beliau masih kecil. Bagaimana kisah Abu Bakar Asy-Syidiq RA menemani Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah. Bagaimana kisah Ali RA ketika menggantikan Rasulullah SAW ketika Nabi kita akan hijrah. Bagaimana kisah Ali RA mendapatkan delima untuk istrinya yang sangat dicintai. Masih banyak kisah-kisah yang mengesankan dalam kehidupan beliau-beliau itu. Islam telah telah merubah satu masyarakat yang rendah menjadi satu kaum yang sangat tinggi posisinya di sisi Allah swt dan juga di peradaban manusia itu sendiri.

Kenapa Perlu Mempelejari Generasi Para Shahabat RA?

Banyak orang, bahkan kaum muslimin sendiri, beranggapan bahwa kita mempelajari generasi para Shahabat RA itu merupakan hal yang sangat mundur dan terbelakang. Ada sebagian darinya melontarkan kata-kata yang tidak pantas disampaikan terutama oleh orang-orang yang dianggap terpelajar, seperti apakah kita harus kembali ke jaman unta, dimana kita naik unta lagi seperti jaman Nabi; apakah kita kembali ke pola tradisional, dimana rumah-rumahnya sangat sederhana, hanya berlantar tanah; dll. Ucapan-ucapan itu kadangkala memberikan pengaruh yang tidak kecil di lingkungan kaum muslimin, tetapi hal itu dikarenakan ketidakpahaman saja dan kaum muslimin yang sudah memahami Islam itu sendiri perlu bersabar ketika menyampaikan dan menjelaskannya.

Kita mempelajari generasi para Shahabat RA bukan dari sisi keadaannya, karena dari waktu ke waktu dan juga dari generasi ke generasi dalam hal ini akan terus mengalami perubahan. Dahulu tidak ada loud speaker, sekarang ada loud speaker bahkan yang menemukannya saja bukan muslim. Dahulu berkedaraan hewan, seperti unta, kuda; sekarang dengan sepeda, motor, mobil, kereta api, dan yang mengembangkannya juga bukan kaum muslimin. Dahulu penerangan dengan alami, bahkan menurut sejarah setelah 9 tahun Hijrah baru ada penerangan di Masjid Nabawi, sedangkan sekarang dengan lampu, dan yang mengembangkannya juga bukan kaum muslimin. Dahulu mencatat di atas kulit atau daun, sekarang diketikan ke dalam komputer secara digital dan disebarkan melalui jaringan Internet, dan yang menemukannya juga bukan seorang muslim.

Perkembangan-perkembangan saat ini telah banyak memberikan manfaat bagi kita kaum muslimin, tetapi hal itu tidak seharusnya merubah landasan kaum muslimin itu sendiri. Cara-cara yang mendasar dimana diajarkan oleh ajaran Islam itu sendiri dan bahkan sangat ditekankan, tidak seharusnya digantikan secara menyeluruh dengan cara-cara yang baru meskipun cara-cara yang baru memberikan manfaat juga bagi kita kaum muslimin. Sebagai contoh, Rasulullah SAW melakukan da’wah dan tablighnya dengan berkunjung kepada manusia dan bahkan pergi ke daerah lain, seperti Thaif. Tidak ada sarana lain kecuali dengan cara ini, tetapi cara ini merupakan cara yang mendasar.

Dalam hal ini sangat jelas ada ajaran Islam yang diberikan contoh oleh Rasulullah SAW yaitu bersilaturahmi, dimana hal ini akan memainkan peran yang sangat penting dalam da’wah dan juga pengajaran Islam dari waktu ke waktu dan juga dari generasi ke generasi. Oleh karena itu para ulama dulu juga melakukanya juga dengan baik, dan diajarkan kepada murid-muridnya. Sehingga cara seperti ini tidak dapat dipupuskan bahkan digantikan oleh cara-cara apapun. Berbeda dengan cara da’wah dengan tulisan, dimana Rasulullah SAW pernah mengirim dengan surat ke para Raja. Dalam hal ini kita masih bisa menggantikannya dengan cara yang lebih umum di jaman kita, karena tidak mungkin kita menulis di atas kulit.

Tetapi dikarenakan perkembangan-perkembangan yang luar biasa dari bangsa-bangsa lain saat ini, telah memberikan pengaruh yang tidak sedikit bahkan kepada kaum muslimin yang faqih dalam urusan Islam itu sendiri, sehingga kadangkala cara-cara mendasar (pokok) seringkali tidak diperhatikan, tetapi lebih menyukai dengan cara-cara cabang (padahal bisa berubah kapan saja, sesuai dengan jamannya). Dengan banyak alasan yang disampaikan, seperti tidak efektif, tidak merata dll. Kalau saja kita mau menggunakan pikiran kita sendiri, bahkan pemimpin dunia manapun saat ini untuk memberikan dorongan kepada anak buahnya perlu berkunjung dan bertemu langsung, bahkan mungkin ada ancaman untuk hal itu dan tentunya juga memberikan pesan-pesan melalui cara yang baru. Oleh karena itu cara-cara yang mendasar di jaman Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA perlu dibangkitkan kembali, karena di dalamnya ada ajaran Islam yang melekat; dan disamping kita kaum muslimin memanfaatkan juga sarana dan prasarana yang sudah sangat berkembang saat ini.

Jadi tidak ada cara lain bagi kita kaum muslimin jika berkeinginan mendapatkan kejayaan dan kesuksesan di dunia dan akherat seperti generasi para Shahabat RA, kita kaum muslimin perlu banyak belajar dan mendalami generasi itu dengan baik dan juga aktif mengajarkannya kepada kaum muslimin yang lainnya.

Kenalilah Muhajirin dan Anshor

Dalam perjalanan sejarah Rasulullah SAW dan para Shahabat RA, terdapat salah satu kejadian yang sangat bersejarah bagi generasi tersebut yaitu berhijrahnya Rasulullah SAW dan Shahabat RA dari Mekkah ke Madinah. Allah swt sendiri menjelaskan tentang hal ini dalam al-quran. Sejarah ini sebenarnya mempunyai pengaruh besar bagi pertumbuhan kaum muslimin dari waktu ke waktu dan juga dari generasi ke generasi. Muhajirin dan Anshor menjadi tulang punggung dari pertumbuhan itu, dan karakter dari hijrah dan nushroh ini menjadi cara yang sangat mendasar dalam pertumbuhan. Jika generasi para Shahabat RA lebih memperhatikan sholat, maka mungkin beliau-beliau akan lebih senang sholat berjamaah dengan Rasulullah SAW. Jika generasi para Shahabat RA lebih mementingkan tholabul ilmi, maka mungkin beliau-beliau itu lebih senang duduk-duduk dengan Rasulullah SAW. Tetapi sejarah membuktikan bahwa karakter dari hijrah dan nushroh menjadi landasan kerja mereka, sehingga Islam ini bisa tersebar ke yaman.

Dulu ada seorang pemuda muslim dari Yaman yang sangat berkeinginan bertemu dengan Rasulullah SAW, tetapi pemuda ini tidak bisa menyampaikan keinginannya kepada ibunya karena beliau sudah sangat tua. Sehingga perasaan ini sangat dipendamnya. Bisa kita bayangkan keadaan pemuda ini, kerinduan yang sangat mendalam hanya ingin bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Karakter Hijrah dan Nushroh dari generasi awal itu telah mampu merubah seorang pemuda di negeri jauh, Yaman, dari Madinah. Pemuda ini masuk Islam bukan karena mendapatkan surat / brosur dari Madinah, tetapi karena ada yang datang ke Yaman. Mungkin kita masih ingat dengan kisah Muadz Bin Jabal ketika ke Yaman. Jadi dengan adanya yang datang dan membantu seorang da’i maka pertumbuhan Islampun terjadi di Yaman, salah satunya adalah pemuda itu.

Pemuda ini selalu berkhidmat kepada ibunya dengan baik dan seksama, karena memang Islam mengajarkan seperti itu. Karena memang tidak tahan dengan keinginannya itu, maka dia menyampaikan juga kepada ibunya. Dan Ibunya berpesan jika sudah bertemu kamu pulang cepat-cepat. Pemuda ini mengiyakannya. Perjalanan yang jauh untuk dapat ditempuh dari Yaman ke Madinah. Ketika sampai di Madinah, ternyata Rasulullah SAW tidak ada di sana karena Rasulullah SAW sedang berjuang. Jadi akhirnya disampaikan saja kepada keluarga Rasulullah SAW bahwa dia datang. Karena sesuai janjinya kepada Ibunya, pemuda ini pulang karena tidak tahu kapan Rasulullah SAW akan pulang. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan pemuda ini. Tetapi Islam telah merubah pemuda ini, padahal pemuda ini belum pernah bertemu dengan Rasulullah SAW. Bagaimana dengan kita kaum muslimin sekarang ini. Banyak kaum muslimin tidak menghormati orangtuanya sendiri, banyak kaum muslimin tidak menghormati guru-gurunya, banyak kaum muslimin tidak menghormati para ulama.

Orang-orang yahudi di jaman Rasulullah SAW sangat memahami dengan hal ini, maka yang akan dilakukan antara pertentangan muhajirin dan anshor; atau kaum-kaum yang ada dalam anshor. Jika karakter hijrah dan anshor ini hilang, maka pertumbuhan Islam juga tidak akan terjadi sampai sekarang ini. Salah satu usahanya yang hampir berhasil adalah melalui Anshor, dimana hampir terjadi pertempuran antara Aus dan Khajraj. Allah swt menjelaskan dengan baik tentang hal ini.

091807-1325-kenalilahda1.png

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman” (QS Ali Imran:100)

091807-1325-kenalilahda2.png

“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali Imran:101)

091807-1325-kenalilahda3.png

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS Ali Imran:102)

091807-1325-kenalilahda4.png

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS Ali Imran:103)

091807-1325-kenalilahda5.png

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran:104)

091807-1325-kenalilahda6.png

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (QS Ali Imran: 105)

Kitab-kitab tafsir besar seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Imam Qurthubi, Tafsir Imam Syuyuthi menjelaskannya dengan baik tentang hal ini. Dan menjadi pelajaran yang paling berharga bagi kita. Para Shahabat RA dibangun dari Muhajirin dan Anshor. Karakter dari Muhajirin dan Anshor ini yang akan terus diperlemah oleh orang-orang yang tidak senang dengan Islam, karena kedua karakter ini telah benar-benar memperlihatkan perbaikan-perbaikan dan pertumbuhan-pertumbuhan Islam. Kaum muslimin saat itu saling membantu, saling membangun, saling menghormati, saling menjaga kesabaran, saling menjaga sholat berjama’ah, saling mengingatkan, saling mengajari dll, sehingga landasan-landasan seperti itu sangat tidak disenangi oleh orang-orang yang tidak senang dengan kedatangan Islam.

Rencana penghancuran kaum muslimin dimulai melalui Anshor, dimana terdiri dari dua kaum besar yaitu Aus dan Khajraj. Dua bangsa ini sebelumnya terus-menerus saling berperang bertahun-tahun, sebelum kedatangan agama yang memberikan rahmat dan dapat merekatkan dua kaum ini. Dalam kitab-kitab tafsir besar itu perkara ini dijelaskan dengan sangat baik. Tidak bisa kita bayangkan jika terjadi pertempuran tersebut, antara Aus dan Khajraj. Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah swt dengan keras dan lantang, agar Aus dan Khajraj mendengarkan dan memahaminya dengan baik. Kitab-kitab tafsir itu menjelaskan kepada kita kaum muslimin saat ini tentang perkara itu, dan terdapat beberapa hal yang harus dipegang dengan baik oleh generasi para Shahabat RA saat itu dan juga kita yang berkeinginan kaum muslimin terbebas dari perkara-perkara yang sama dengan generasi tersebut.

Di bawah ini beberapa hal yang perlu kita pegang sebagai wujud dari pelajaran-pelajaran yang peroleh dari perkara yang terjadi pada generasi Shahabat RA, Kaum Anshor.

* Berpegang teguh dengan al-quran dan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita kaum muslimin
* Menjaga ukhuwah islamiyyah dengan saling menghormati dan memuliakan di antara kaum muslimin, dan tidak mengungkit-ungkit dengan perkara aib dan pertentangan sebelumnya
* Membangun sumber daya manusia kaum muslimin yang mempunyai kepahaman dan kefaqihan terhadap ilmu din untuk dapat menyebarkan dan mengajarkan Islam dengan lebih baik
* Bersama-sama untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan mengajak ke dalam kebaikan
* Sungguh-sunguh untuk beramal dengan Islam dan juga perjuangannya, dan saling membantu satu sama lain.
* Mengikuti jejak dari para Shahabat RA untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat

Marilah Kita Ikuti Muhajirin dan Anshor

Kita kaum muslimin sangat berkeinginan mendapatkan kejayaan seperti generasi para Shahabat RA, dan untuk hal ini kita sering meminta kepada Allah swt minimal 17 kali dalam sholat kita sendiri.

091807-1325-kenalilahda7.png

091807-1325-kenalilahda8.png

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS Al-fatihah:6-7)

Untuk hal ini Allah swt menjelaskan orang-orang yang telah diberi nikmat olehNya. Sehingga kita kaum muslimin perlu mengetahuinya dengan baik, kitab-kitab tafsir di atas telah menjelaskannya dengan baik.

091807-1325-kenalilahda9.png

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS An-Nisaa’: 69)

Dan jika kita telaah lagi terhadap orang-orang yang disebutkan oleh Allah swt itu, kita akan menemukannya dalam perjalanan Rasulullah SAW dan Para Shahabat RA. Bagaimana kegigihannya Hamzah RA dalam membantu Rasulullah SAW. Bagaimana keimanannya Bilal RA dalam mempertahankan agamanya. Oleh karena itu Allah swt menegaskan kembali bahwa orang-orang yang mengikuti generasi itu dengan baik, akan mendapatkan keridhoan Allah swt dan juga tempat yang memberikan ketenangan yang luar biasa. Kita saat ini tidak dapat membayangkan keindahan tempat itu, dan juga penghuni-penghuninya.

091807-1325-kenalilahda10.png

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (At-Taubah: 100)

Dua kata yang sering kita kaum muslimin lupakan dalam pertumbuhan Islam itu, yaitu Muhajirin dan Anshor. Karakter yang melekat dari keduanya yaitu hijrah dan nushroh, yang dapat membangkitkan pertumbuhan Islam itu sendiri. Di bagian atas sudah dijelaskan tentang hal ini, sehingga banyak orang-orang yang tidak sedang dengan Islam akan menghancurkan atau juga melemahkan dua hal itu. Banyak ayat Al-quran dan juga hadist Rasulullah SAW menjelaskan tentang hal ini. Insya Allah dibagian lain akan disampaikan hal ini.

dikutip dari : ustadz Haitan Rahman

Sumber : http://usahadawah.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s